4 Contoh Fenomena Alam dan Penjelasnya – Alam yang ada di bumi menyimpan beragam cerita dan rahasia yang mengagumkan sekaligus slot qris mengerikan untuk diketahui. Bumi tempat kita hidup memang menjadi satu-satunya planet dengan kondisi yang memadai untuk kehidupan manusia. Akan tetapi, fenomena alam yang terjadi kerap menimbulkan kerugian luar biasa bagi kehidupan manusia. Namun, fenomena alam sendiri merupakan sesuatu yang alami terjadi. Manusia tidak bisa menghentikan fenomena alam untuk terjadi.
Contoh Fenomena Alam di Dunia dan Penjelasannya
Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan getaran di permukaan bumi yang disebabkan oleh pergerakan kerak bumi yang menimbulkan pelepasan slot kamboja energi dari dalam secara tiba-tiba. Pelepasan energi ini kemudian menciptakan gelombang seismik yang memicu gempa bumi. Dalam menghitung besar kekuatan gempa bumi, digunakan skala magnitudo untuk mengukur kekuatan gempa. Kekuatan gempa bervariasi, mulai dari skala 1.0 yang terjadi setiap hari dan tidak terasa oleh manusia biasa, hingga maksimal skala 9.0 yang berpotensi menimbulkan kerusakan parah. Gempa bumi sendiri terbagi menjadi beberapa macam, yaitu gempa vulkanik yang disebabkan oleh letusan gunung berapi, gempa tektonik yang disebabkan oleh pergeseran kerak bumi, dan gempa runtuhan yang disebabkan oleh longsor atau reruntuhan di daerah gua. Gempa juga dapat terjadi di laut dan berpotensi menimbulkan gelombang air berupa tsunami.
Tsunami
Tsunami merupakan gelombang laut besar yang diakibatkan oleh pusaran air bawah laut karena pergeseran lempeng bumi, erupsi gunung berapi, atau jatuhnya meteor ke laut. Saat masih berada di laut, tinggi tsunami biasanya tidak akan meningkat secara drastis. Namun, saat gelombang tsunami mencapai daratan, ketinggian gelombang akan terakumulasi menjadi lebih tinggi lagi dengan kedalaman air yang semakin rendah. Kecepatan gelombang tsunami lebih dipengaruhi oleh kedalaman laut daripada jarak dari sumber gelombang tsunami. Tsunami dapat bergerak secepat pesawat jet saat masih berada di permukaan laut yang dalam, dan akan melambat ketika mencapai permukaan laut yang dangkal.
Siklon Tropis
Indonesia yang beriklim tropis tentunya rentan mengalami fenomena alam yang sering terjadi di iklim tropis. Salah satu fenomena tersebut adalah siklon tropis, yaitu badai berkekuatan besar yang terbentuk di daerah tropis atau subtropis. Rata-rata radius siklon tropis dapat mencapai 150 hingga 200 kilometer dengan kecepatan angin hingga 34 knot. Badai siklon tropis memiliki dua bagian, yaitu mata siklon dan dinding siklon. Badai siklon seringkali dapat terlihat dari luar angkasa. Mata siklon sebagai pusat cenderung memiliki kecepatan angin yang rendah dan tidak memiliki awan.
Tornado
Tornado dideskripsikan sebagai pusaran angin raksasa berbentuk spiral yang disertai dengan turunnya awan berbentuk corong. Tornado umumnya terjadi karena bentrokan antara udara hangat yang lembab dan udara dingin yang kering. Udara hangat akan mendorong udara dingin yang lebih padat, dan udara hangat akan naik melalui udara dingin. Akibatnya, aliran udara akan naik ke atas dan akan berputar jika kecepatan atau arah angin berubah tajam. Di Indonesia sendiri lebih sering terjadi puting beliung, yaitu pusaran angin yang berskala lebih kecil dari tornado. Jenis tornado lainnya yang terjadi di permukaan air adalah waterspout. Kecepatan tornado dapat mencapai 320 km/jam dan berdiameter hingga 500 meter. Sementara itu, puting beliung memiliki kecepatan sebesar 63 km/jam.